26 May 2017
14:20:53

Masuk | Daftar
 
Statistik Pengunjung

Pengunjung hari ini:
198
Total pengunjung:
264748
Hits hari ini:
983
Total hits:
1527763
Pengunjung online:
33

Bantuan dan Tutorial

» KLASIFIKASI BAKU KOMODITAS INDONESIA

Pengertian Dasar Klasifikasi Baku Komoditas Indonesia (KBKI)

Setelah diterbitkannya International Standard Industrial Classification of All Economic Activities (ISIC) Rev.4 pada bulan Agustus tahun 2008 oleh United Nation Statistics Division (UNSD) yang merupakan dasar dari penyusunan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2009, maka lembaga tersebut juga menerbitkan The Central Product Classification (CPC) Ver. 2 pada bulan Desember 2008 untuk melengkapi hasil produksi dari struktur Class pada ISIC atau struktur subgolongan (4 digit pada KBLI). Selain itu CPC Versi 2 juga di korespondensikan dengan kode Harmonized System (HS) 6 digit.

Sejak Provisional CPC dibuat tahun 1991, sampai sekarang telah terjadi beberapa kali revisi menjadi CPC Versi 1.0 tahun 1998, CPC Versi 1.1 tahun 2002 dan CPC Versi 2 tahun 2008. CPC Versi 2 tahun 2008 menjadi rujukan disusunnya Klasifikasi Baku Komoditas Indonesia 2012 (KBKI 2012), merupakan penjabaran sampai dengan 10 (sepuluh) digit KBKI 2010 yang mencakup komoditas barang.

KBKI 2012 menyajikan uraian mengenai hasil produksi yang rinci dan lengkap dari hasil pertanian, pertambangan, energi, industri, yang banyak digunakan untuk menyusun dan mentabulasikan sistem neraca nasional, statistik perdagangan dalam negeri dan luar negeri, pengeluaran konsumsi, statistik harga-harga.

KBKI 2012 dibatasi pada jenis produksi hasil dari kegiatan ekonomi berupa komoditas barang saja, baik barang yang dapat dipindahkan maupun barang yang tidak dapat dipindahkan, barang yang diperdagangkan di dalam negeri maupun luar negeri. Identifikasi komoditas dilakukan berdasarkan buku Klasifikasi Komoditi Indonesia 1998 (KKI 1998) Industri Pengolahan, Klasifikasi Komoditi Indonesia 1999 (KKI 1999) Pertanian dan Pertambangan, Klasifikasi Baku Hasil Produksi Indonesia 2004 (KBHPI 2004) Komoditi Barang, dan Harmonized System 2012 (HS 2012).

Kegunaan KBKI

  • Sebagai kerangka kerja dalam membuat perbandingan secara internasional, nasional, dan regional, serta pengembangan berbagai jenis statistik yang berkaitan dengan komoditas barang.

  • Untuk studi transaksi barang.

  • Sebagai dasar pengembangan daftar barang untuk tujuan khusus seperti statistik harga-harga.

Hubungan KBKI dengan Harmonized System (HS)

Struktur pengelompokan barang-barang yang ada di KBKI disusun mendekati struktur pada HS, setiap subkelas (5 digit) dari KBKI mencakup kode subpos (6 digit) komoditas barang dari HS. Pada KBKI 2012 yang merupakan pengembangan dari subkelas (5 digit) dari KBKI 2010 menjadi 10 digit kode komoditas barang, untuk setiap komoditas (10 digit) dari KBKI di korespondensikan ke kode sub heading (10 digit) komoditas barang dari HS 2012.

Hubungan KBKI dengan KBLI

KBKI dan KBLI keduanya merupakan klasifikasi yang berfungsi umum, dimana KBLI menyajikan sisi aktivitas/kegiatan ekonominya, sedangkan KBKI menyajikan sisi produk/komoditas yang dihasilkan oleh suatu aktivitas/kegiatan ekonomi dari KBLI.


... 2 3 4 5 6 ... 7

Pencarian Cepat
Jenis Klasifikasi :
Kode/ Kata Kunci :


Top Kata Kunci Pencarian

KBLI 2015 *:
Perdagangan (hits: 3153)

KBLI 2009 Cetakan III:
konstruksi (hits: 459)

KBKI 2012 Barang:
ikan (hits: 398)

KBKI 2013 Jasa:
jasa (hits: 225)

KBJI 2014 *:
guru (hits: 194)

KBLI 2015 (Perka 2017):
perdagangan (hits: 150)

KBJI 2002:
guru (hits: 110)